Apakah Anda pernah membaca brosur atau aturan pakai pada obat-obatan kimia yang di jual di pasaran ? Anda pasti akan mendapati sejumlah efek samping yang bisa Anda alami jika mengonsumsinya. Mulai dari efek samping tingkat rendah hingga efek samping tingkat tinggi yang menimbulkan ketidaknyamanan kondisi tubuh.
Tapi berbeda halnya dengan suplemen / obat-obatan MLM, Anda tidak akan menemukan efek samping ketika mengonsumsinya. Mengapa ? Karena Obat-obatan/ Suplemen Kesehatan yang di jual oleh MLM hampir semuanya berbahan dasar Herbal. Jikalaupun ada efek samping itu merupakan efek samping tingkat rendah yang merupakan proses untuk penyembuhan tubuh.
Kita semua perlu memahami adanya perbedaan antara efek samping dengan proses penyembuhan. Efek samping adalah suatu reaksi penolakan pada tubuh terhadap pengobatan yang diberikan, dan ini biasanya diakibatkan oleh karena pengobatan sintetis atau kimia dimana unsur tidak alami ini dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh. Sedangkan proses penyembuhan secara garis besar digolongkan menjadi 3, yaitu :
1. Proses penyesuaian tubuh
Dimana tubuh menyesuaikan sistem metabolisme untuk bisa memanfaatkan pengobatan
yang diberikan. Reaksi yang mungkin muncul tentu berbeda-beda pada tiap individu,
seperti contoh : pusing, mual, sakit perut.
2. Proses detoksifikasi
Dimana tubuh mengeluarkan racun atau zat-zat berbahaya dari dalam tubuh
ketika/setelah menerima pengobatan. Reaksi yang mungkin muncul : batuk-batuk, pilek,
demam, gatal-gatal, borok, banyak mengeluarkan
keringat, sering buang air kecil dan besar.
3. Proses regenerasi
Dimana setelah menerima pengobatan, tubuh menganti sel-sel lama dengan sel-sel yang
baru untuk memperbaiki sel, jaringan atau organ yang telah rusak.
Reaksi yang mungkin muncul : rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, kulit pecah-pecah, badan lemas, demam, dan lain-lain. Proses penyembuhan yang terkadang menimbulkan reaksi tidak nyaman di atas, harus dialami oleh tubuh supaya tubuh bisa mengalami kesembuhan. Jika Anda merasakan reaksi tidak nyaman setelah menggunakan pengobatan alternatif (termasuk terapi suplemen / obat-obatan herbal), dan kemudian Anda menghentikan pengobatan yang diberikan, itu sama saja dengan menghentikan proses penyembuhan. Suatu reaksi bisa dikatakan merupakan suatu efek samping (tubuh menolak pengobatan yang diberikan) apabila setelah melewati 3 hari, kondisi penderita MAKIN BERTAMBAH PARAH pada saat pengobatan diteruskan. Reaksi-reaksi negatif ini biasanya terlihat langsung pada saat penderita mengonsumsi obat-obatan kimia yang tidak cocok dengan tubuh. Jadi jangan biasakan anda meminum obat-obatan kimia (walaupun hanya obat yang ada di warung sekalipun). Saat Anda Pilek sedikit, minum obat. Saat Anda Batuk sedikit saja, minum obat. Saat Anda Pusing sedikit, minum obat. Tahukah anda bahwa obat-obatan kimia yang anda konsumsi lama-kelamaan akan menimbulkan penyakit baru yang sebenarnya anda tidak pernah mengalaminya seperti kerusakan pada ginjal, jantung, hati, menyebabkan tumor, hipertensi, merusak usus, mengakibatkan kebutaan, menyebabkan kelumpuhan, kejang-kejang, diare, depresi, paru-paru basah, sesak nafas, sakit kepala, atau organ dalam yang parah.
Parahnya lagi obat-obatan kimia tersebut sebagian besar tidak menyembuhkan Anda dari penyakit yang Anda derita melainkan hanya menghilangkan gejalanya saja. Sedangkan penyakitnya masih bersemayam di dalam tubuh Anda. Semua orang juga tahu bahwa mengonsumsi obat kimia adalah berbahaya, sedangkan suplemen bisa kita konsumsi setiap hari. Lalu apa yang harus dilakukan ?? “Katakan TIDAK pada Obat Kimia !”
Selamatkan Lingkungan dan Bangsa Indonesia !
Berton-ton produk sintetis seperti sabun, shampoo, deterjen, pestisida, pengawet, kosmetik, dan obat-obatan telah dibuang ke tanah dan air kita Indonesia. Mudah dibayangkan apa yang akan terjadi 50 tahun kemudian di Indonesia jika kita tidak mengambil langkah bijaksana : Kita akan kehilangan air bersih kita yang sangat berharga.
Air merupakan komoditi yang sangat berharga, bagian penting dari hidup kita dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita. Apa jadinya ekonomi, pariwisata, keagamaan, sosial, industri, dan kesehatan jika tanpa air bersih? Jawabannya hanyalah berupa hal-hal yang negative : kemerosotan, kemunduran, bencana, penyakit, masalah, kehausan, dan masih banyak lagi lainnya. Telah terbukti di Amerika dan belahan negara lainnya bahwa obat-obatan kimia selain memiliki efek samping negatif bagi tubuh kita, ternyata juga memiliki efek negatif bagi lingkungan.
Tim United States Geological Survey telah menemukan “ikan bass dengan kelamin ganda” di Sungai Potomac dan sekitarnya. Ikan tersebut walaupun jantan ternyata memiliki telur. Bagaimana jadinya jika hal seperti ini ditemukan di Indonesia? Mungkin bukan hanya pada ikan, tapi bagaimana halnya dengan hewan piaraan dan ternak yang meminum air tercemar ini ? Apa yang terjadi dengan tanaman disekitar air yang tercemar? Bagaimana hasil panennya ? Apakah aman untuk dikonsumsi padahal tanaman tersebut menyerap obat-obatan kimia ?
Di tahun 1999, seorang gadis berusia 17 tahun yang bersekolah di SMA West Virginia, Ashley Mulroy, membaca laporan di suatu majalah ilmiah yang memberitakan bagaimana para ilmuwan Eropa telah menemukan “berbagai macam obat-obatan, termasuk antibiotik, ikut mengalir di sungai, selokan, air tanah, bahkan di air keran.” Setelah membacanya, dia memutuskan untuk melakukan penelitian ilmiah atas inisiatif sendiri. Selama kurang lebih 10 minggu, Ashley dan ibunya berkendara melintasi sepanjang Sungai Ohio, lalu mengambil sampel air dari sisi-sisi sungai berbeda. Dia membawa pulang sampel air tersebut dan didapati ada 3 antibiotik pada sampel air, yaitu : Penicillin, Tetracycline dan Vancomycin. Dia terkejut karena ternyata dia juga menemukan ketiga antibiotik ini pada semua sampel air yang dia ambil. Ashley kemudian mengambil sampel pada air keran di tiga kota terdekat. Ternyata ketiganya, termasuk air dari sumber air minum di sekolahnya, telah tercemar antibiotik. Ashley pun akhirnya menerima beberapa penghargaan proyek ilmiah, dan yang lebih penting, dia telah membuka mata banyak para ilmuwan Amerika Serikat. Ketika kita memproduksi obat-obatan kimia, mengkonsumsinya, dan membuangnya, kita tanpa menyadarinya telah merusak lingkungan dan diri sendiri. Dalam jangka panjang, tanpa sadar kita mewarisi kerusakan, penderitaan, dan penyakit pada anak-cucu kita sendiri. Apakah ini yang Anda inginkan ?
Saya percaya hati nurani Anda pasti berkata TIDAK ! Katakan “Tidak !” pada obat-obatan kimia. Anda bisa memanfaatkan terapi suplemen / obat-obatan herbal dari berbagai perusahaan MLM, karena produk-produk mereka adalah produk berkualitas yang murni pengolahan dari dan menggunakan bagian alam yang merupakan ciptaan Tuhan dan dirancang untuk menyembuhkan, tidak sekedar merawat. Oleh karena begitu banyak masyarakat yang buta dan tidak paham mengenai kesehatan sehingga menjadi korban malpraktek atau korban dari pola makan dan hidup sendiri sehari-hari yang tidak sehat.
Salah satu produk obat-obatan herbal milik MLM yang cukup ternama di Indonesia adalah Melia Propolis dan Melia Biyang milik perusahaan MLM Melia Nature Indonesia. Yang di jamin aman dan telah teruji Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan (BPOM) sehingga telah memiliki ijin resmi, dalam hal ini dari pemerintah. Ingin tahu produknya lebih lanjut ? Klik disini




